Showing posts with label TI - Tips and Tricks. Show all posts
Showing posts with label TI - Tips and Tricks. Show all posts

8 Kiat Aman Bawa Laptop Saat Mudik!

Ingin mudik namun masih banyak kerjaan menumpuk? Bawa saja laptop Anda. Mau tahu tips aman membawa lapotop saat traveling? Ini dia!

1. Banyak bermunculannya bentuk laptop yang semakin kecil membuat laptop menjadi barang yang paling menjadi incaran para pencuri yang memanfaatkan saat mudik seperti sekarang ini. Untuk menjaga agar laptop Anda tidak dicuri, usahakan untuk tidak membawanya di dalam tas laptop, letakkan di dalam tas ransel atau di tempat yang tidak menimbulkan kecurigaan.

2. Usahakan agar Anda tidak mengeluarkan laptop dalam keadaan yang rentan pencurian dan perampasan. Apabila keadaan sudah tenang dan aman barulah keluarkan laptop tersebut.

3. Ketika sampai di hotel, jangan tinggalkan laptop Anda tergeletak ketika sedang keluar kamar. Tempatkan pada tempat yang aman dan yakinkan bahwa disk drive (harddisk) Anda sudah di back up. Sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, data Anda tidak ikut tercuri.

4. Ada baiknya apabila tas laptop dilengkapi dengan alarm yang dapat berbunyi apabila barang-barang Anda menjauh dari tempat semula.

5. Jangan lupa untuk membawa charger laptop, apalagi jika Anda bepergian jauh. Hal ini juga menjaga agar sistem data Anda tak hilang sia-sia. Bawa perangkat yang biasa Anda pakai agar tersambung pada internet. Sediakan juga baterei cadangan ( sebelumnya tanyalah terlebih dahulu bagaimana peraturan untuk membawa baterei di bandara).

6. Lengkapilah laptop Anda dengan anti-virus versi terbaru sebelum Anda meninggalkan rumah. Tempat umum ( bandara, hotel, cafe) biasanya tidak memberi sandi khusus pada sambungan internetnya, sehingga laptop Anda dapat sangat mudah terkena virus.

7. Agar aman, bawa juga CD software yang sering Anda gunakan, sehingga apabila software tersebut terkunci, Anda dapat menginstall ulang software tersebut lengkap dengan nomer registrasi yang asli.

8. Jangan membuat kecerobohan dengan melupakan password laptop Anda, ini akan memakan banyak waktu bila Anda mencoba untuk mengingatnya kembali. Ada baiknya bila Anda menuliskan password tersebut pada buku catatan kecil milik Anda.

Sumber: http://www.detikinet.com/read/2008/09/23/154203/1011115/510/8-kiat-aman-bawa-laptop-saat-mudik!

[+/-] Baca Selengkapnya...

8 Langkah Jitu Menghindari Spam


Jakarta - Symantec berkenan membagi delapan langkah jitu untuk menghindari spam dan program jahat yang menyebar lewat e-mail. Apa saja langkah-langkahnya? Dalam e-mailnya kepada detikINET, Rabu (13/8/2008), Ronnie Ng, Manager Systems Engineering Symantec untuk wilayah Singapura dan Indonesia berbagi delapan langkah yang diyakininya bisa membantu pengguna dalam melawan penyebaran program jahat dan spam.

1. Gunakan produk keamanan e-mail. Gunakan produk yang mampu melindungi jaringan dari spam dan virus namun di saat yang sama masih memungkinkan e-mail yang sah untuk lewat. Norton 360 versi 2.0 adalah yang terbaru dari Symantec untuk solusi keamanan all-in-one.

2. Gunakan filter spam. Setelah menerapkan piranti lunak keamanan, aturlah filter yang dibutuhkan. Cara mudah untuk memulanya adalah dengan memfilter alamat tujuan e-mail masuk (kolom To:). Biasanya spam dikirimkan tidak ke alamat Anda secara personal, sehingga Anda bisa memfilter semua e-mail yang tidak ditujukan pada alamat Anda. Selanjutnya, jika ada e-mail sah yang terfilter, atur kembali filter agar meloloskan alamat-alamat tertentu. 3. Pelajari cara e-mail yang aman. Curigai e-mail yang masuk, jangan isi form dalam e-mail yang meminta detil informasi pribadi atau keuangan atau password. Ingatlah bahwa perusahaan tidak akan pernah menanyakan informasi semacam itu melalui e-mail.

4. Abaikan Spam. Jangan menjawab e-mail spam yang masuk, ini hanya akan memancing lebih banyak spam. Begitu juga dengan mengklik link dalam e-mail spam, termasuk yang menjanjikan akan menghapus Anda dari daftar pengiriman e-mailnya. Hapus e-mail yang mencurigakan tanpa membacanya. 5. Hati-hati dengan trik baru. Banyak trik-trik rekayasa sosial yang kerap membuat pengguna terjebak, apakah dengan tipuan atau dengan upaya membuai pengguna. 6. Gunakan beberapa alamat e-mail. Satu untuk penggunaan pribadi yang hanya diketahui keluarga, teman dan rekan sejawat. Alamat lainnya digunakan untuk milis. Dan satu lagi untuk pertanyaan atau pemesanan online. 7. Hati-hati menabur alamat e-mail Anda. Jangan sampai e-mail Anda diketahui pihak lain hanya karena Anda menyebarkan alamat e-mail itu di situs yang bisa dilihat oleh masyarakat umum. 8. Jangan memforward. Suka memforward e-mail berantai, lelucon atau macam-macam jenis e-mail lainnya? Menurut Ronnie hal itu sebaiknya tidak dilakukan karena mengganggu dan bisa menghambat lalu-lintas e-mail dan jaringan Anda. Anggap e-mail semacam itu sebagai spam.

Sumber: http://www.detikinet.com/read/2008/08/13/084555/987604/510/8-langkah-jitu-menghindari-spam

[+/-] Baca Selengkapnya...

10 Langkah Instalasi Windows XP dengan USB

Jakarta - Pembaca, saat ini, keberadaan laptop mungil tengah menawan hati sebagian besar pengguna komputer jinjing. Bagaimana tidak? Walaupun terkadang spesifikasi sebuah subnotebook tidak semumpuni notebook-notebook berukuran lebih besar, ukurannya yang mini dan kemampuannya yang dapat mengakomodasi kebutuhan berkomputer sehari-hari menjadikan subnotebook sebagai salah satu gadget yang sangat diminati, disamping harganya yang lebih terjangkau, tentu saja.

Nah, salah satu usaha produsen subnotebook untuk "merampingkan" produknya adalah dengan meniadakan perangkat optical drive, seperti CD-ROM/RW atau DVD-ROM/RW. Komponen yang digunakan untuk mengakses keping CD atau DVD ini memang cukup menyita ruang dan sumber daya.

Sebagai konsekuensinya, pemilik subnotebook tak dapat mengakses CD atau DVD di subnotebook-nya, atau terpaksa membeli external optical drive yang tetap dijalankan via port USB yang tersedia.

Salah satu masalah yang timbul akibat ketidaktersediaan optical drive pada subnotebook adalah kesulitan saat hendak melakukan instalasi aplikasi ataupun sistem operasi. Tak jarang pengguna harus menyalin aplikasi atau sistem operasi yang hendak di-install ke dalam USB flash disk, atau mencolok external optical drive dan melakukan instalasi seperti biasa. Namun, tentu saja hal ini sangat merepotkan, mengingat tak banyak pengguna awam yang mengetahui prosedur instalasi aplikasi atau sistem operasi via flash disk, dan harga sebuah external optical drive yang tidak murah.

Contoh kasus, andaikan kita hendak mengganti sistem operasi Xandros Linux yang terpasang di subnotebook Asus Eee PC dengan Windows XP, maka kita harus menginstal via external optical drive. Mungkin tak terlalu memusingkan bagi Anda yang punya cukup dana untuk membeli sebuah external optical drive, namun bagaimana dengan Anda yang sejak awal ingin berhemat dengan membeli subnotebook?

Nah, lewat artikel ini penulis ingin berbagi tips membuat modul instalasi Windows XP menggunakan media USB flash disk, yang tentunya akan menghemat biaya dan menjadikan pembaca lebih pintar. Modul instalasi ini tak hanya dapat diimplementasikan dalam instalasi ke subnotebook saja, tapi juga dapat diaplikasikan pada komputer mana pun yang sudah memiliki fitur untuk booting via USB.

"Gampang! Tinggal salin file instalasi Windows XP ke flash disk!" Mungkin itu yang terlintas di benak Anda, tapi percayalah bahwa membuat modul instalasi Windows XP tidak semudah itu. Namun jangan khawatir, karena dengan mengikuti langkah-langkah berikut, proses pembuatan modul instalasi Windows XP pun tak terlalu sulit dilakukan.

Yang Harus Disiapkan:

1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat bekerja dengan baik.
2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
3. CD instalasi Windows XP.
4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB) yang dapat diunduh cuma-cuma melalui link http://www.sendspace.com/file/7n781n
5. Do'a dan keberanian!

Langkah-langkah Pembuatan:

1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.

2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.

3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB.

4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi, kali ini kita ambil contoh C:\USB.

5. Jalankan file bernama "usb_prep8.bat" maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan "Press any key to continue," tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.

6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.

7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.

8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.

9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.

10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.

Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS subnotebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.

Mengingat teknik instalasi semacam ini juga tersedia di internet, Anda juga bisa mencarinya via mesin cari. Selamat mencoba...!

Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com.

[+/-] Baca Selengkapnya...