BANYAK terjadi, mertua justru lebih dekat kepada menantu daripada ke anaknya sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi? Tips dari Dr. Sukiat di bawah ini mungkin bisa Anda coba:
Selain menganggap mertua sebagai orangtua sendiri, cobalah untuk menganggapnya sebagai teman. Dengan menganggapnya sebagai teman, akan lebih mudah bagi kita untuk mendekatinya dan sebaliknya.
Lakukan kegiatan bersama. Misalnya makan malam bersama di luar, berkebun, atau apa saja, sehingga muncul kedekatan dan rasa saling memerlukan. Jika rasa saling memerlukan sudah dimiliki, maka akan timbul rasa saling menghormati. Apalagi jika menantu dan mertua memiliki hobi yang sama. Yang penting adalah sikap bisa menerima kekurangan dan kelebihan salah satu pihak.
Masalah tidak bisa diselesaikan dengan emosi. Jadi, coba carilah upaya penyelesaian yang rasional. Jika timbul masalah, cobalah turunkan emosi terlebih dulu. Salah satu caranya adalah dengan melihat aspek positif pihak lain. Setelah itu baru mencari alternatif pemecahan masalah.
Hasto Prianggoro
Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/12/02395399/resep.agar.disayang.mertua
Resep Agar Disayang Mertua
Tak Semangat Hidup Bikin Cepat Mati
APA jadinya bila kita menjalani hidup ini tanpa semangat, tanpa tujuan yang ingin dicapai, tanpa dorongan melakukan sesuatu. Kehidupan mungkin akan terasa hampa dan berlalu begitu saja seiring berjalannya waktu.
Selain menjadi tak bermakna, hidup tanpa semangat juga dapat membuka jalan atau mendekatkan diri pada gerbang kematian. Secara ilmiah, hal ini telah dibuktikan melalui sebuah penelitian.
Riset ilmuwan Jepang mengindikasikan, seseorang yang tak memiliki ikigai - diartikan sederhana sebagai semangat dan tujuan hidup - cenderung akan meninggal lebih cepat dalam beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan riset tersebut, meningkatnya risiko kematian juga ditentukan faktor lain seperti penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) dan penyebab eksternal terutama upaya bunuh diri.
Dimuat jurnal Psychosomatic Medicine edisi Juli/Agustus, Dr. Toshimasa dari Sone Tohoku University Graduate School of Medicine di Sendai meneliti untuk pertama kalinya pengaruh ikigai terhadap risiko kematian seseorang. Toshimasa juga mengklaim bahwa risetnya adalah yang kedua meneliti kematian akibat penyebab yang spesifik.
Dalam risetnya, Toshimasa melibatkan 43.391 pria dan wanita berusia 40 hingga 79 tahun yang tinggal di wilayah Ohsaki. Partisipan dipantau selama tujuh tahun dan sepanjang periode itu tercatat 3.048 orang meninggal dunia.
Selama riset partisipan disodori pelbagai pertanyaan termasuk "Apakah Anda memiliki Ikigai dalam hidup Anda?". Sebanyak 59 persen mengatakan 'Ya', sebanyak 36,4 persen mengatakan 'Tidak Yakin', dan 4,6 persen menyatakan 'Tidak'.
Mereka yang mengaku tak punya ikigai cenderung berstatus belum menikah dan tak punya kerja. Mereka juga berpendidikan rendah, kualitas kesehatan yang buruk, mengalami stres mental dan sering merasakan sakit. Mereka juga cenderung memiliki fungsi fisik yang terbatas.
Walaupun peneliti telah menggunakan teknik statistik untuk memperhitungkan faktor-faktor tersebut, orang yang tak punya ikigai tetap mengalami peningkatan risiko kematian selama periode penelitian dibandingkan mereka yang punya ikigai. Hubungan antara faktor-faktor ini juga bersifat independen setelah memperhitungkan sejarah penyakit dan konsumsi alkohol
Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan, orang yang tak punya ikigai tercatat 50 persen berisiko lebih besar meninggal oleh pelbagai sebab selama periode penelitian dibanding mereka yang punya semangat dan arti hidup .
Orang yang tak punya ikigai berisiko 60 persen lebih besar mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskuler, terutama stroke, dan 90 persen cenderung meninggal oleh faktor eksternal. Tercatat sebanyak 186 kematian partisipan terjadi karena penyebab eksternal dan 90 di antaranya adalah bunuh diri.
Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/02/13001647/tak.semangat.hidup.bikin.cepat.mati
Yang Harus Dihindari Saat Negosiasi Gaji
Ketika tiba saatnya bernegosiasi gaji dengan pewawancara, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari, agar proses lamaran Anda berjalan mulus.
- Meminta sejumlah gaji tanpa mengetahui standar gaji perusahaan yang dilamar. Karena angka yang disebutkan bisa saja kebesaran atau malah kekecilan.
- "Buta" terhadap nilai Anda. Agar tidak kejeblos, ketahuilah kualitas Anda sebelum menentukan harga yang pas untuk Ada.
- Image tak sesuai dengan gaji yang diminta. Anda meminta gaji besar tapi penampilan Anda tidak menunjukkan sebagai sosok profesional, mana mereka percaya? Pasti mereka akan meragukan kemampuan Anda.
- Menyerahkan keputusan gaji pada perusahaan. Keputusan seputar jumlah gaji merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Hindari kata-kata pasrah seperti, “Yah, saya sih terserah Bapak/Ibu saja.”
- Negoisasi lewat telepon. Jika perusahaan menghubungi Anda untuk bernegoisasi gaji, katakan bahwa Anda ingin bicara face to face, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang mungkin saja terjadi di telepon.
- Saat bernegoisasi gaji mengatakan, ”Saya meminta...” Sebaiknya, katakan, “Saya mengharapkan...”
- Tidak mengucapkan terima kasih. Seharusnya berapa pun jumlahnya, ucapkan terima kasih atas tawaran yang diajukan.
Ika Nurul Syifaa
Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/07/13063657/yang.harus.dihindari.saat.negosiasi.gaji
Anda Pengelola Keuangan yang Baik?
1. Saya benar-benar tidak punya ide atau nilai mengenai penghasilan dan pengeluaran saya. ARTI JAWABAN 3-5 BENAR: Lebih dari 6 BENAR: Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/07/12370359/anda.pengelola.keuangan.yang.baik
Kuis ini akan menguji diri, atau setidaknya menolong bahkan membuat Anda terkejut sendiri ketika menyadari, betapa besar tanggung jawab Anda atas masalah keuangan keluarga. Nah, jawab setiap pertanyan berikut dengan jawaban benar atau tidak. Jumlahkan hasil perolehan nilai dan simak arti dari nilai tadi.
2. Saya tak memiliki disiplin atas keuangan saya.
3. Pengeluaran saya hampir atau bahkan melebihi batas kartu kredit yang saya miliki.
4. Saya sering menggunakan uang penghasilan bulan ini untuk menutupi masalah keuangan bulan lalu.
5. Saya tidak dapat membayangkan hidup tanpa kredit.
6. Saya tidak pernah berurusan dengan uang karena pasangan saya yang selalu mengurusi hal itu.
7. Saya agak sedikit khawatir dengan masalah keuangan saya.
8. Saya benci dengan surat atau tagihan yang datang.
9. Saya tak punya rencana khusus untuk menginvestasikan atau menyimpan uang.
10. Seandainya saya punya kelebihan uang sedikit saja, saya akan merasa senang.
11. Saya berbohong pada pasangan mengenai tagihan, belanjaan, pengeluaran.
12. Saya sadar, sebenarnya harus beramal tapi saat ini keuangan saya tidak memungkinkan.
13. Saya mengambil uang dari satu kartu kredit untuk menutupi pembayaran yang lainnya.
0 BENAR (Anda tak menjawab "Tidak" untuk satu pertanyaan pun):
Berarti Anda seorang wanita yang bertanggung jawab dalam masalah keuangan. Bisa dibilang, Anda "pahlawan" keluarga karena mampu mengelola uang dengan baik serta bijaksana.1-2 BENAR:
Pada dasarnya Anda seorang wanita yang bertanggung jawab, namun waspada karena ada "lampu merah" yang muncul. Segera atasi problem keuangan Anda, semisal membayar tagihan kartu kredit secara penuh dan tidak menggunakannya selama beberapa waktu agar Anda terhindar dari lilitan hutang.
Wah, masalah keuangan Anda sudah benar-benar berada di garis bahaya dan menjurus ke arah bermasalah. Segera introspeksi, lakukan koreksi, dan tata ulang cara pengelolaan uang Anda. Untuk jangka waktu tertentu, stop pengeluaran yang tak penting, jangan membeli barang secara kredit, dan atur kembali strategi secara detail.
Hati-hati, keuangan Anda dalam bahaya. Mungkin Anda terlalu mudah tergiur oleh tawaran barang yang bisa dibeli secara kredit sehingga Anda terus membeli tanpa memperhitungkan kesanggupan mencicilnya. Akibatnya, bunga kredit semakin membengkak. Atau ada pengeluaran besar yang tak terduga tapi Anda tak segera menyeleraskannya dengan pos pengeluaran lain sehingga secara total, pengeluaran membludak. Segera atasi masalah Anda. Jangan malu dan ragu untuk minta nasihat atau bantuan suami.
Puasa sebagai Detoks
Apa hubungannya detoks dengan puasa? “Jika kita berpuasa, bahan makanan praktis akan berhenti masuk ke dalam tubuh dan aliran darah selama sekitar 14 jam. Dengan demikian, sel-sel tubuh ini diberi kesempatan untuk metabolisme serta membuang zat-zat yang tidak berguna dan berbahaya dari tubuh kita," ujar Dr Samuel Oetoro, M S. SpGK, konsultan kesehatan dari Siloam Hospitals.
Ketika manusia mengisi tubuhnya dengan makanan yang buruk ke dalam tubuh, tubuh perlu diistirahatkan. Di sinilah pentingnya fungsi puasa, yaitu untuk mengistirahatkan sementara sel-sel dari segala jenis makanan dan mengubah fungsinya untuk memetabolisme zat-zat di dalam tubuh. Oleh karena itu, kata Samuel, tak heran jika puasa sering kali berefek sebagai detoksifikasi.
Akan tetapi, detoksifikasi dengan jalan puasa akan sia-sia saat berbuka puasa dan sahur mengonsumsi makanan yang tidak memenuhi kandungan gizi seimbang, atau makan seenaknya saja tanpa memerhatikan nilai gizinya. Itu sama saja dengan memasukkan zat-zat tak berguna ke dalam tubuh setelah berpuasa seharian.
Oleh karena itu, Samuel memberi saran agar orang yang berpuasa dapat mengatur porsi makannya di saat sahur dan berbuka puasa. "Gampangnya, pada saat sahur makanlah sebanyak 40 persen dari porsi total makan sehari-hari kita, lalu 50 persen pada saat berbuka, dan 10 persen lagi menjelang tidur. Fungsinya agar kita tetap memiliki cadangan makanan untuk esok harinya."
Perhitungan ini, kata Samuel, agar orang yang memiliki berat badan ideal akan tetap memiliki berat badan yang sama setelah menjalani puasa selama sebulan. "Sebab, pada dasarnya manusia tidak mengurangi aktivitasnya selama ia berpuasa. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak, tetap memerlukan bahan makanan sebagai tenaga untuk menjalani aktivitasnya. Jadi, seharusnya makannya sama dengan kebiasaaan sehari-hari. Hanya jadwal makannya saja yang diubah."
Menurut Samuel, perhitungan persentase makan saat sahur, buka, dan menjelang tidur haruslah memenuhi syarat gizi seimbang. Dengan kata lain harus ada karbohidrat, protein, lemak yang baik, serta cukup buah-buahan dan sayuran (makanan berserat).
"Yang terbaik adalah mengatur makanannya dan tetap dengan gaya makan yang sehat, memenuhi gizi seimbang, bebas kolesterol, mengurangi goreng-gorengan, makanan bersantan, dan kuning telur yang mengandung lemak yang buruk. Perbanyaklah makan sayuran, buah-buahan, ikan, daging ayam tanpa kulit. Kalau bisa hindari makan daging merah, seperti kambing atau sapi."
Intan Y. Septiani
Sumber http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/03/14292922/puasa.sebagai.detoks.
Puasa Sehat Tanpa Lemas
1. Makan sehat. Makanlah dengan menu seimbang, lengkap dengan karbohirat, lemak yang baik, protein, vitamin, minenal, dan serat. Perbanyak makan buah dan sayur.
2. Ada yang perlu dihindari. Hindari makanan mengandung gula tinggi, gorengan, dan kuning telur karena mengandung lemak buruk. Udang, cumi-cumi, kerang, kepiting, jeroan, otak, dan hati yang mengandung kolesterol tinggi, daging merah lebih baik dihindari. Perbanyak makan ikan dan daging ayam tanpa kulit.
3. Porsi cukup. Jangan "lapar mata" melihat banyak jajanan menjelang buka puasa. Atau "balas dendam" dengan terlalu banyak makan saat berbuka. Puasa artinya menahan diri dari segala nafsu.
4. Untuk diet. Idealnya, usai berpuasa berat akan turun 1-2 kg. Minimal, bagi pemilik berat badan ideal akan sama berat badannya. Bahkan bagi yang kegemukan, usai berpuasa seharusnya bisa turun hingga 3 kg.
5. Tetap olahraga. Lakukan olahraga ringan yang sifatnya maintenance, 1-1,5 jam menjelang berbuka puasa selama maksimal 30 menit saja.
6. Diteruskan. Fungsi puasa sebagai detoks akan lebih afdol jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, puasa seminggu satu atau dua kali. Intan Y. Septiani
Sumber: http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/09/02/1114572/puasa.sehat.tanpa.lemas
Sakit Maag, Puasa Sembuh Men!

BANYAK pertanyaan yang muncul seputar penyakit maag dan puasa. Bolehkah penderita penyakit tersebut berpuasa? Selain itu, makanan apa saja yang dianjurkan dan yang tidak bagi penderita sakit maag ketika berpuasa di bulan Ramadan? Yang jelas, ada penderita yang bisa sembuh karena berpuasa.
Ramadan merupakan ajang pengendalian diri terhadap segala nafsu yang dapat menjerumuskan kita ke keadaan tidak terpuji. Salah satu dari nafsu tersebut adalah makan berlebihan dan tak terkendali.
Apa jadinya jika keinginan untuk mengonsumsi makanan enak dalam jumlah berlebih telah menguasai jiwa kita? Obesitas dan berbagai penyakit degeneratif adalah dampak utama dari lemahnya sistem pengendalian diri terhadap godaan makan.
Banyaknya perintah mengenai makan yang tertuang di dalam Alquran (tidak kurang dari 28 kali) menunjukkan bahwa makanan dan pola makan merupakan hal yang sangat penting dan menentukan kesehatan seseorang. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa perut sebaiknya diisi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya untuk udara pernapasan.
Dengan demikian, seorang muslim dianjurkan untuk makan jika sudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Konsep berhenti makan sebelum kenyang juga sejalan dengan Surat Al A'raf ayat 31 yang berbunyi, "Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."
Makan secara berlebihan hingga perut sesak tidak diperkenankan dalam Islam. Seperti dikatakan oleh Al-Gazali, keadaan kenyang mengajak kepada bergeloranya syahwat-syahwat rendah dan menggerakkan berbagai penyakit di dalam tubuh.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Perut itu adalah rumah segala penyakit. Membatasi atau menjaga makan adalah awal dari pengobatan, sedangkan permulaan segala penyakit adalah mengisi perut berlebih-lebihan."
Partial Fasting
Puasa Ramadhan sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT hukumnya adalah wajib bagi setiap umat beriman. Dalam pelaksanaannya, sering timbul berbagai pertanyaan menyangkut bagaimana dampak puasa terhadap keadaan gizi seseorang? Gizi apa saja yang perlu diperhatikan selama bulan puasa? Lalu, bagaimana hubungan puasa dengan kesehatan?
Puasa sebagaimana dilakukan oleh umat Islam tergolong sebagai partial fasting, yaitu puasa yang hanya berlangsung sekitar 13 jam. Menyegerakan berbuka puasa saat azan magrib tiba, serta menunda sahur hingga mendekati waktu imsak, merupakan strategi puasa yang diajarkan Rasulullah untuk mengurangi dampak kelaparan yang berkepanjangan terhadap sistem metabolisme tubuh. Puasa Ramadan sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyakiti tubuh, melainkan untuk mendapatkan kesehatan.
Dalam bidang ilmiah dikenal juga istilah prolonged fasting, yaitu puasa yang dilakukan secara terus-menerus selama beberapa hari. Puasa ini dilakukan untuk mengetahui daya tahan seseorang setelah beberapa hari tidak makan, kecuali minum, serta akibatnya terhadap beberapa karakteristik kesehatan tubuh.
Dalam partial fasting atau puasa Ramadan sebenarnya terjadi perubahan pola makan, dari semula tiga kali menjadi hanya dua kali sehari dengan jadwal yang juga berubah. Diperkirakan perubahan frekuensi makan ini secara kuantitatif akan menurunkan jumlah zat gizi yang masuk ke dalam tubuh.
Oleh karena itu, dalam seminggu pertama umumnya akan terjadi penurunan berat badan karena tubuh belum terbiasa dengan pola makan yang baru. Dalam minggu-minggu berikutnya tubuh akan beradaptasi terhadap segala perubahan yang ada.
Sakit Maag
Bagi penderita sakit maag, sebelum berpuasa sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Sebagaimana diketahui, sakit maag memiliki tahapan-tahapan. Apabila tahapannya sudah kronis dan gawat, berpuasa mungkin tidak dianjurkan.
Sakit maag adalah penyakit yang menyerang alat pencernaan, baik lambung, usus, maupun kerongkongan. Gejala-gejala sakit maag adalah rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, sakit pada ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, dan nafsu makan berkurang.
Pada kasus tertentu, ciri-cirinya sakit di bagian perut hingga serasa menusuk ke belakang, di malam hari. Sakit maag juga kadang ditandai oleh rasa nyeri yang cepat datang dan pergi, misalnya setelah makan sedikit rasa nyeri hilang, tapi sebentar kemudian kambuh lagi.
Dua jenis kelainan pada maag yang dapat menyebabkan penyakit adalah dispepsia fungsional dan organik. Dispepsia fungsional hanya ditandai oleh kelainan minimal, seperti kemerahan pada alat pencernaan.
Kelainan organik memiliki gejala-gejala yang lebih parah, yaitu berupa luka dalam di lambung, usus besar, atau kerongkongan. Pada tahap yang lebih akut, kelainan organik terkadang juga disertai polip serta tanda-tanda keganasan.
Tingkat keparahan maag tidak dapat dideteksi hanya dengan mengamati gejalanya. Hal ini disebabkan oleh sensitivitas dan psikis yang dimiliki setiap orang berbeda. Ada beberapa orang yang lambungnya hanya kemerahan sedikit saja, tapi merasakan sakit yang luar biasa. Sebaliknya, ada yang tetap dapat bekerja dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa, padahal lambungnya telah terluka parah.
Kelainan pada alat pencernaan hanya bisa dilihat dengan cara endoskopi (teropong saluran pencernaan atas). Dari pemeriksaan ini akan terlihat apakah alat pencernaan menderita luka atau tidak.
Orang yang mengonsumsi obat rematik selama lebih dari sebulan biasanya juga tidak menyadari kalau lambungnya luka parah. Gangguan baru disadari setelah ia mengalami pendarahan. Dalam keadaan normal, ada keseimbangan antara faktor agresif yang merusak lambung dan defensif yang melindungi lambung. Obat rematik umumnya menyebabkan penipisan dinding lambung, yang akan mengganggu keseimbangan dua faktor tadi.
Justru Menyehatkan
Tidak ada keraguan bahwa puasa itu menyehatkan bagi tubuh kita. Sebagaimana dinyatakan dalam surat Al-Baqarah 184, "Berpuasa lebih baik bagimu." Rasulullah SAW juga pernah bersabda, "Shumu thasiku," yang berarti puasalah niscaya kamu sehat.
Selama puasa, pola makan akan berubah karena hanya diperbolehkan makan saat pagi dan menjelang malam hari. Lambung dibiarkan kosong selama sekitar 13 jam. Umumnya tubuh memerlukan waktu 3-5 hari untuk beradaptasi dengan pola makan yang baru tersebut.
Meskipun lambung kosong sekitar belasan jam, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tubuh akan tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Energi tersebut berasal dari cadangan energi berupa lemak dan glikogen yang tersimpan di bawah kulit.
Masalah yang mungkin terjadi adalah saat lambung kosong, pengeluaran asam lambung dan gas akan semakin meningkat. Meskipun demikian, hal ini tidak akan berlangsung terus-menerus.
Pada penderita sakit maag yang memiliki kelainan organik dan tidak mengonsumsi obat, puasa cenderung akan membuat maag semakin parah. Hal ini disebabkan oleh adanya luka-luka dalam yang sudah parah dan telah berlangsung cukup lama.
Untuk penderita kelainan organik, obat maag yang sering dianjurkan adalah obat antiasam. Obat ini mampu menekan produksi asam lambung hingga 12 - 24 jam, tapi obat ini hanya didapat dengan resep dokter.
Obat maag yang dijual bebas adalah obat penetral asam, yang hanya mampu menetralkan asam selama sekitar 6 jam, sehingga gejala maag akan timbul setelah terlampauinya selang waktu tersebut. Obat antiasam juga dianjurkan untuk penderita maag akibat stres.
Keadaan akan sangat berbeda terhadap penderita sakit maag yang memiliki kelainan fungsional. Umumnya sakit maag jenis ini justru sembuh dan membaik dengan berpuasa. Hal ini disebabkan pola makan yang menjadi lebih teratur saat berpuasa dan berkurangnya konsumsi makanan yang mengandung gas.
Hindari Kopi dan yang Mengandung Gas
Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan makanan selama berpuasa, sebaiknya saat sahur, orang yang berpuasa mengonsumsi makanan sebanyak 30-40 kkal/kilogram berat badan. Jika Anda memiliki berat badan 60 kg, artinya paling tidak Anda mengonsumsi 1.800 – 2.400 kkal.
Pilihan makanan pun harus diperhatikan. Ada beberapa makanan yang patut dihindari bagi penderita sakit maag yang ingin berpuasa. Makanan-makanan tersebut di antaranya adalah:
1. Makanan atau minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti kopi, minuman beralkohol 5-20 persen, anggur putih, sari buah jeruk, dan susu. Orang yang biasa minum kopi sebaiknya sudah mulai puasa minum kopi, jauh sebelum hari puasa dimulai. Pasalnya, kopi memiliki efek candu yang menyebabkan adanya perubahan pada kondisi tubuh.
2. Makanan yang mengandung gas, seperti makanan berlemak, sayuran tertentu seperti sawi dan kol, nangka, pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan, ubi jalar, dan minuman bersoda.
3. Makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung, seperti makanan berlemak, kue tart, dan keju.
4. Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah, antara lain alkohol, cokelat, makanan tinggi lemak, dan gorengan. Selain itu, ada beberapa sumber karbohidrat yang harus dihindari penderita sakit maag, antara lain beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung, talas, serta dodol.
Tidur 2 Jam Setelah Sahur
Untuk berbuka puasa umumnya kita memulai dengan makanan yang manis-manis, mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Tujuannya, agar tubuh segera mendapatkan glukosa untuk menormalkan posisi gula darah yang telah menurun selama 14 jam berpuasa.
Menu pembuka dapat berupa sirop manis, teh manis, aneka kolak, kurma, serta berbagai makanan jajanan. Makanan dan minuman manis sangat mudah dicerna. Dua jam saja prosesnya sudah selesai. Selain itu juga membuat segar.
Tetap melakukan latihan fisik secara teratur sesuai kemampuan. Latihan fisik yang cukup dan teratur akan membuat tubuh menjadi bugar dan sehat. Selain itu, olahraga juga dapat menghindarkan diri terhadap stres. Kondisi mental sangat erat hubungannya dengan kondisi pencernaan. Paling tidak, dengan latihan fisik, ada pelemasan otot tubuh.
Olahraga sebaiknya dilakukan menjelang berbuka puasa. Pilih juga olahraga yang tidak menguras banyak keringat karena bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah banyak.
Tidur setelah dua jam sahur. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari naiknya asam lambung ke kerongkongan. Saat itu lambung masih berisi makanan. Makanan bisa lancar turun ke saluran pencernaan apabila tubuh berada dalam posisi tegak.
Dalam posisi tidur, makanan akan sulit turun dan dikhawatirkan asam lambung akan naik ke kerongkongan. Ini akan menyebabkan iritasi pada pasien yang punya kelainan pada klep kerongkongannya.
Penulis : Prof. DR. Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi dan Pangan IPBSumber:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/01/0829404/sakit.maag.puasa.sembuh.men
Siapkan Tubuh Menyambut Puasa
Ramadhan tinggal menunggu hari, tentunya kita berharap bisa menjalaninya dengan lancar, tubuh tetap bersemangat, aktif, dan produktif. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita perlu menjaga kondisi fisik agar selalu prima.
Pilih Karbohidrat Kompleks
Tubuh kita memerlukan gula darah agar otak dapat menjalankan fungsinya. Kekurangan gula darah akan menyebabkan kita jadi sulit berkonsentrasi. Tapi karena selama puasa waktu makan kita jadi berkurang, disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks (nasi, kentang, singkon, atau ubi). Karbohidrat jenis ini lebih lama terurai menjadi gula darah sehingga lebih tahan lama memasok gula dalam darah.
Hindari Gula
Makanan dan minuman manis yang kita konsumsi akan merangsang keluarnya hormon insulin yang meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Akibatnya, tubuh akan bertambah lemas.
Cukupi Gizi
Selama bulan puasa makanan yang kita konsumsi cenderung lebih sedikit. Namun, yang perlu kita perhatikan adalah kecukupan gizinya, bukan jumlah makanannya. Selain itu jangan pilih menu makanan yang asal enak. Selalu penuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Misalnya karbohidrat dan lemak sebagai sumber tenaga. Saat sahur atau berbuka, perbanyak sayuran, buah, dan makanan berprotein. Bila dirasa perlu, tak ada salahnya mengonsumsi suplemen vitamin.
Aktivitas fisik
Menjalankan ibadah puasa bukan berarti tidak bisa berolahraga atau melakukan kegiatan fisik. Namun, sesuaikan jenis dan intensitas olahraga yang kita lakukan. Anda bisa memilih olahraga olahtubuh seperti yoga atau taichi yang memberi efek lebih relaks. Jangan memaksakan diri dengan melakukan olahraga menggunakan beban berat. Sebaiknya lakukan olahraga sebelum waktu berbuka atau beberapa jam setelah buka puasa.
Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/30/11093926/siapkan.tubuh.menyambut.puasa
Bikini Membuat Pria Telat Mikir?
Kemolekan tubuh kaum wanita yang mengenakan bikini ternyata bisa membuat pria telmi alias telat mikir. Demikian menurut laporan berjudul Bikinis Instigate Generalized Impatience in Intertemporal Choice, yang dimuat dalam Journal of Consumer Research.
Dalam sebuah "percobaan bikini", peneliti dari Belgia melakukan beberapa seri uji coba terhadap 358 pria muda. Mereka diminta mengikuti serangkaian tes, salah satunya adalah pria-pria tadi diminta menawar harga sambil melihat video wanita berbikini di pantai dan video pemandangan.
"Para pria jadi lebih impulsif dalam segala hal setelah melihat hal-hal yang seksi, seperti wanita berbikini," kata Bram Van den Bergh, pemimpin penelitian.
Bukti lainnya adalah penelitian yang dilakukan dua peneliti, George Loewenstein dari Carnegie Mellon University dan Dan Ariely dari MIT, yang berjudul Heat of the Moment: The Effect of Sexual Arousal on Sexual Decision Making. Para peneliti menemukan bahwa pria yang mendapat rangsangan seksual seringkali melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak direncanakan olehnya.
"Ketika kita memikirkan seks, sedikit banyak yang bisa kita pikirkan hanya seks. Sehingga wajar jika para pria melakukan tindakan yang tidak seharusnya, misalnya menolak memakai kondom," ujar Loewnstein.
Ada fakta menarik lainnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa iklan yang menampilkan wanita cantik dan seksi, tidak akan membuat pria mengingat jenis produknya. Mereka tak akan peduli apa mereknya atau keunggulannya. Yang diingat hanyalah alangkah moleknya tubuh sang model.
Sumber: http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/08/14/14274891/bikini.membuat.pria.telat.mikir
10 Alasan Pria Menunda Pernikahan
Berdasar sebuah penelitian, terungkap 10 alasan utama mengapa pria menunda pernikahannya. Termasuk mengapa mereka menikmati masa lajangnya, melakukan sejumlah hubungan seks tanpa ikatan, dan menghadapi beberapa tekanan sosial untuk menikah. Mau tahu apa saja alasan-alasan itu?
1. Dapat berhubungan intim dengan mudah tanpa ikatan. Itu sebabnya pria lebih memilih berpacaran terus dibandingkan bila harus cepat-cepat naik pelaminan.
2. Mereka dapat menikmati keuntungan memiliki "seorang istri" lewat cara berpacaran daripada sebuah pernikahan resmi.
3. Mereka ingin menghindari perceraian serta risiko finansialnya, seperti harus tetap membiayai mantan istri dan anak-anak dari hasil perkawinan, juga membagi harta.
4. Mereka ingin menunggu sampai berusia lebih tua baru memiliki anak-anak. Soalnya, begitu punya anak, pria umumnya ingin memberi hanya yang terbaik. Termasuk kehidupan serta pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.
5. Mereka takut pernikahan menuntut banyak perubahan yang harus dilakukan serta harus mau berkompromi.
6. Mereka menunggu sampai bertemu dengan teman sejiwa yang tidak dan belum juga muncul.
7. Mereka menghadapi beberapa tekanan sosial untuk menikah.
8. Mereka enggan menikah dengan wanita yang telah memiliki anak.
9. Mereka ingin memiliki rumah sebelum memiliki seorang istri.
10. Mereka ingin menikmati masa lajangnya sedapat dan selama mungkin.
Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/15/10361382/10.alasan.pria.menunda.pernikahan
Tipe Teman yang Perlu Dihindari
Ada teman yang menguntungkan, banyak juga teman yang merugikan. Jenis teman seperti ini sebaiknya dihindari.
1. Teman yang Suka Memanfaatkan
Dalam pertemanan biasanya terjadi hubungan yang saling menguntungkan. I’ll be there for you, you’ll be there for me. Namun, hal ini tidak berlaku bagi teman jenis ini. Dia hanya ingin berteman dengan orang-orang yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai keinginan atau tujuan pribadinya semata. Ketika tujuannya tercapai, dia akan mendepak Anda dan beralih ke teman baru. Sebelum dia memanfaatkan Anda lebih banyak lagi segera hapus namanya dari daftar teman Anda.
2. Pengkhianat
Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dikhianati teman sendiri. Berapa kali rahasia besar Anda dibocorkan olehnya? Teman yang Anda percayai tega menusuk dari belakang. Contoh teman pengkhianat adalah teman yang merebut kekasih Anda. Jika Anda menemukan tanda-tanda seperti ini pada seorang teman, sebaiknya tinggalkan saja.
3. Suka Menghakimi
Teman yang suka menghakimi dapat menggerogoti kepercayaan diri. Ucapannya sering kali menyalahkan dan menyudutkan. Anda berbuat benar saja dianggap salah olehnya, apalagi Anda melakukan kesalahan. Orang seperti ini akan selalu mencari-cari kesalahan Anda.
4. Pematah Semangat
Jenis teman seperti ini tidak akan bisa membantu Anda sukses. Setiap Anda ingin melangkah, ucapan-ucapan dia kerap membuat langkah Anda surut. Dia teman yang sangat sangat tidak mendukung. Ucapan yang biasa ke luar dari mulutnya adalah, “Sudahlah, kamu enggak akan bisa melakukan itu, percaya deh.”
5. Ingkar Janji
Orang ini punya kebiasaan mengumbar janji, tapi tidak pernah menepati. Rencana sering kali berantakan hanya karena dia tidak bisa memegang komitmen. Satu dua kali meleset dari janji mungkin Anda maklum, tapi jika hal ini sering dia lakukan sebaiknya Anda tinggalkan. Apalagi jika janji yang dia ucapkan teramat penting bagi Anda.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/12/10241814/tipe.teman.yang.perlu.dihindari
Tips Menyayangi Istri
Mengurus rumah tangga, apalagi bila masih ditambah dengan bekerja di kantor, sangat melelahkan para istri. Ditambah lagi, ia masih harus mengurus suami dan anak. Namun, pada dasarnya mereka memiliki cinta yang besar pada pasangannya, rela berkorban demi orang yang dicintainya. Sebagai imbalannya, mereka juga berharap pasangannya memberikan hal yang sama padanya. Mungkin mereka tak mengharapkan kadar yang sama besarnya, tapi setidaknya pasangannya menunjukkan cinta dan sayang padanya. Inilah hal-hal yang bisa dilakukan para suami untuk menyenangkan mereka.
1. Tunjukkan perhatian, misalnya dengan membelikan bunga kesukaannya meski tidak ada momen istimewa. Serahkan saat ia pulang kerja, ketika Anda menjemputnya pulang kantor, atau makan siang bersamanya saat jam istirahat.
2. Mengajaknya makan malam romantis hanya berdua di restoran mahal, sebulan sekali. Ia akan lebih menghargai jika Anda yang memasaknya sendiri, bila ini dilakukan di rumah.
3. Mengiriminya kalimat puitis yang menyatakan betapa hidup Anda beruntung karena memilikinya. Selipkan ke bawah bantal atau dompetnya. Meski terkesan sepele, perempuan justru menyukai hal-hal kecil seperti ini.
4. Katakan padanya hal-hal yang ingin Anda lakukan untuk menunjukkan rasa cinta Anda padanya, dan katakan sifat atau sikap buruk yang ingin Anda ubah, yang tak disukainya. Anda juga bisa bertanya apa yang ia inginkan agar Anda bisa menunjukkan cinta Anda. Lalu, mulailah mewujudkannya.
5. Menjelang tidur, lakukan obrolan ringan dengannya, atau nonton film romantis. Tanyai bagaimana perasaannya hari itu sambil melakukan pijatan ringan di kaki atau tangannya.
6. Dengarkan dengan sungguh-sungguh dan tatap matanya dengan lembut ketika dia berbicara. Melakukan hal ini saja cukup membuatnya merasa dihargai. Terkadang, perempuan hanya ingin bercerita, bukan mencari solusi.
7. Menghabiskan waktu bersamanya hanya berdua seminggu sekali, sambil membicarakan perasaan masing-masing, rencana, atau masalah yang dihadapi. Selain perhatian lebih terfokus, Anda berdua bisa memanfaatkan waktu ini untuk lebih mengenal kepribadian masing-masing.
8. Bersikaplah seperti seharusnya suami: bertanggung jawab, menghargai, jujur, setia, peka terhadap kebutuhan dan perasaan istri, sehingga dia merasa aman, nyaman, dan beruntung menjadi istri Anda. Jangan bersikap kekanak-kanakan karena Anda memang bukan anak-anak lagi.
9. Jadilah diri sendiri seperti ketika ia pertama kali jatuh cinta pada Anda. Lakukan hal-hal yang biasa Anda berdua lakukan dulu ketika awal pacaran. Ingat, dia mencintai dan bersedia jadi istri Anda karena ada alasannya.
10. Tanpa diminta dan pura-pura, puji dan terima dia apa adanya. Kalau Anda saja berubah secara fisik, bukan tak mungkin dia juga mengalami hal yang sama. Jangan terlalu menuntutnya untuk menjadi seperti impian Anda, karena tak ada sesuatu yang sempurna.
11. Amati apa yang ia sukai untuk menyamankan dirinya sendiri, misalnya mendengarkan musik yang tenang, mengatur ulang perabot rumah, atau membaca di salah satu sudut rumah yang jadi favoritnya. Dari situ, Anda bisa melakukan hal-hal kecil untuk mewujudkannya. Misalnya, membelikan buku yang ia suka, atau membantunya berberes.
Lakukan semua hal di atas dengan tulus. Percayalah, semakin banyak Anda memberinya perhatian dan kasih sayang, istri akan memberikan imbalan jauh lebih banyak lagi dengan segenap cinta dan pengorbanannya.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/15/12512316/tips.menyayangi.istri
